(Tokoh Inspirasi) Office Designer : Prapanca Muchtar

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblr

(Tokoh Inspirasi) Office Designer : Prapanca Muchtar

“Organisasi kerja sangat dinamis. Itulah alasan saya mengapa saya ‘terjebak’ berkutat di dalam desain kantor terus”, ujar Prapanca Muchtar. QSpace, biro interior yang telah berdiri sejak 2006 ini, sudah menyandang beberapa penghargaan lokal maupun internasional. Kesuksesan ini tentunya merupakan buah manis dari ketekunan, disiplin dan profesionalitas serta kepiawaian seorang Prapanca Muchtar beserta rekannya dalam memimpin QSpace. Lebih dari 20 tahun bergelut di dunia desain tentunya Prapanca Muchtar sudah memiliki beragam pengalaman pahit maupun manis. Dan yang menarik disini beliau memilih untuk fokus dalam perancangan perkantoran. Mengapa? “Sebenarnya ini bermula dari kebetulan karena sejak mulai kerja selalu dapat proyek perkantoran. Saya jadi tambah menguasai, dan mengerti bahwa setiap organisasi itu berbeda satu sama lain. Unik. Dan akhirnya, saya juga belajar , bahwa rancangan interior bisa mempengaruhi dan justru sekarang saya mengarahkan studi pada produktivitas melalui efisiensi dan efektivitas perancangan kantor”, ungkap Prapanca Muchtar .

 

 

Putra seniman But Muchtar ini, berprinsip bahwa profesionalitas ada disetiap profesi . Ini adalah pilihan . Prapanca menegaskan bahwa merancang tidak bisa hanya sebatas estetika saja, tetapi kita ternyata merancang sesuai dengan kebutuhan klien. Kita mesti belajar mengenai manusia. Ada klien yang membutuhkan ‘frontpage’ yang kuat, tampilan depan, adapula yang mementingkan ‘teamwork’ , selain juga ada yang masih konvensional, di mana privacy sangat diutamakan. “Semua itu harus kita mengerti dulu , sebelum menentukan gaya, dan layout rancangannya”, ungkap Prapanca.

 

Berprofesi sejak tahun 2000 Prapanca Muchtar banyak belajar dari ayah yang adalah tokoh modern art Indonesia. Momen ketika ayahnya mulai berkarir adalah saat di mana modern art sedang dirintis di Indonesia. Sering kali Prapanca Muchtar mendengarkan istilah-istilah modern pada masa kecilnya, dan cara ayahnya melihat bentuk-bentuk apapun disantunkan dengan bahasa modern sehingga kosep “modern” mempengaruhi pola pikirnya. Design gaya modern tumbuh sekitar tahun 20-50an , dan tokoh-tokoh arsitektur modern yang kuat inilah yang mempengaruhi pola pikir Prapanca. Di mana tokoh tokoh jaman itu selalu berprinsip :”form follows function”. Hal lain yang menyebabkan ia selalu percaya pada kreativitas adalah pesan sang ayah agar tidak berhenti berkarya. Walaupun bidang yang digeluti adalah desain interior, Prapanca terus berusaha memproduksi desain-desain baru. Inilah yang mendorong Prapanca, untuk terus berkarya. Prapanca merasa bahwa mendesain kantor, sama saja dengan mendesain rumah bagi orang-orang dalam suatu organisasi. Mereka hidup bahkan berkarya lebih dari 8 jam di situ. Pendektan humanis tumbuh seiring Prapanca mempelajari organisasi klien dan semakin lama feel manusiawinya tumbuh dalam desain bergaya moderennya.

 

 

Ketika ditanyakan proyek perkantoran mana yang paling berkesan bagi Prapanca Muchtar, beliau menjawab bahwa proyek terakhirnya yang beliau kerjakan untuk Telkomsel merupakan proyek yang berkesan di sepanjang karirnya. Hal ini karena Qspace dapat memperkenalkan konsep yang merombak budaya kerja perusahaan tersebut, yakni dengan ABW (Activity Based Workplace). Sepanjang bekerja berdekatan dengan teman sedivisi, setiap orang bisa memilih tempat duduknya sesuai ‘mood’ dan kepentingan hari itu, bahkan di pantry sekalipun. Untuk berkonsentrasi, pun disediakan tempat, atau untuk berembug berdua ataupun sekelompok besar. Di sini Prapancca, lebih jauh lagi bermain emosi melalui desainnya. Di sini Prapanca merasa bahagia, karena misi Qspace agar manusia di organisasi lebih komunikatif, lebih mobile, dan lebih berfokus pada produktivitas tersampaikan. Alamarhum But Mochtar pasti bangga dengan karya-karya putranya.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblr