Apa jadinya dunia bila Sottsass tidak mempunyai ide-ide cemerlang dan colorful seperti ini?
Published: February 12, 2016Apa jadinya dunia bila Sottsass tidak mempunyai ide-ide cemerlang dan colorful seperti ini?
Tahun 1956 Sottsass bekerja sebagai konsultan desain pabrik mesin tik Olivellti. Di sana , Sottsass berkesempatan bermain dengan warna, bentuk dan gaya yang berbeda dan ‘nyeleneh ‘ dari desain desain mesin ketik yang ‘main stream”. Di sinilah Olivetti kemudian terbawa masuk ke khasanah ‘pop culture’ yang menyebabkannya jadi semakin populer. Pada tahun 1960, Sottsass bepergian ke Amerika dan India, dan menghasilkan Valentine, mesin tik portable, dari plastik berwarna merah, yang disebut sebut sebagai : “a brio among typewriters.”
Sottsass tidak bisa berhenti berkarya. Ia kemudian membuat rak yang diberi nama “Superboxes” yang kemudian digemari konsumen. Begitu populernya Sottsass, membuat ia menjadi khawatir dan membuat statement : “I didn’t want to do any more consumerist products, because it was clear that the consumerist attitude was quite dangerous.” Di sinilah ia kemudian bergabung dengan desainer desainer radikal dari Memphis, dan kemudian emoh memproduksi barang konsumer. Ada cerita lucu dibalik penamaan konsultan mereka. Dimana pada tanggal 11 Desember 1980, Ettore Sottsass sedang rapat dengan teman-teman desainernya, sepanjang rapat lagu yang terputar adalah lagu Bob Dylan dengan lirik yang paling menonjol “Stuck inside of mobile with the Memphis blues again”, yah karena lagu tersebut Sottsass menamakan konsultan desain miliknya Memphis Group.
Tiga tahun sebelum dia meninggal, dia memberikan beberapa karyanya kepada Kartell untuk diproduksi tetapi 10 tahun yang lalu Kartell tidak memiliki teknologi yang dapat merealisasikan karya-karyanya. Singkat cerita, di tahun 2015 Kartell sudah dapat memproduksi karya-karya Sottsass secara massal, oleh karena itu Kartell membuat store dengan gaya Sottsass yang bertajuk “Kartell goes Sottsass. A tribute to Memphis.”
Comments







