Verner Panton
Published: February 15, 2016Verner Panton (1926-1998) desainer jenius dikenal sebagai ‘enfant terrible’ mempunyai prinsip “I made furniture that could be raised and lowered in space so that one could have a different view of surroundings and a new angle on life.” Dia memulai karirnya di kantor Arne Jacobsen. Seperti halnya Jacobsen , Panton tertarik dengan warna-warna cerah, mengeksplorasi bahan-bahan baru , dan melihat potensi sculptur dalam desain furnitur . Namun Panton pada masa itu masih muda dan berani untuk segera mendobrak dan membuat jalannya sendiri. Ia pemabuk dan suka perempuan. Olok olok orang mengatakan bahwa garis yang digambar Panton tidak pernah lurus , karena ia selalu dalam keadaan mabuk. Melepaskan diri dari bayang-bayang desain khas Skandinavia, Panton fokus pada warna-warna cerah, geometri sederhana , bentuk organik trippy dan mendobrak batas-batas teknologi yang telah ada. Karyanya sungguh sempurna pada waktunya. Seksi, informal, fenomenal, berani, bertahan di segala zaman dan usia – bahkan masih bias dirasakan hingga detik ini.
Panton chair sendiri merupakan kursi pertama yang diproduksi dari satu bagian dari plastik utuh tanpa sambungan sesuai dengan penjelasan Vitra yang merupakan produsen Panton Chair secara massal. Panton Chair bahkan telah menghiasi sampul Vogue dengan bermodelkan Kate Moss yang berpose telanjang dimana merupakan model papan atas pada masa itu. Dengan itu, dengan beraninya, Vogue menamainya sebagai Kursi self-titled Panton adalah “officially the sexiest chair ever made”.
Pada awalnya, Panton hanya bertujuan untuk menciptakan sebuah kursi yang melengkung, mengikuti bentuk tubuh penggunanya dengan memberikan nama awal “S Chair” . Desainer Denmark lebih dulu membuat sketsa idenya untuk kursi stackable pada 1950-an, dan model plester -cast awal dibuat oleh produsen Dansk Akrylteknik pada tahun 1960. Mereka menciptakan cold-pressed model menggunakan poliester yang diperkuat dengan fiberglass tetapi karena bahan tersebut terlalu berat maka digantikan dengan thermoplastic poliester yang lebih ringan dan lebih murah untuk dapat di produksi secara massal.
Sebagian besar desain nya masih di produksi hari ini , dan bahkan jauh lebih menawan ketika disatukan dan dikombinasikan dalam sebuah ruang interior yang apik. Mungkin karena desain Panton ini fun, “nakal”, dan seksi. Panton menghadirkan kembali semangat dan jiwa segar dari tahun 60-an dan 70-an tanpa ada tanda-tanda perubahan meskipun zaman terus mengalami perubahan.
Comments




